Friday, September 26, 2008

Nonton Cinlok Karena Gak Dapet Tiket Laskar Pelangi

Kemarin aku berencana nonton film Laskar Pelangi. Udah semangat 45 tuh berangkat dari rumah dibela-belain setengah ngantuk gara2 kurang tidur. Nyampe di depan 21 aku cuma bisa melongo melihat tulisan terpampang di depan pintu "Tiket Laskar Pelangi Hari Ini Habis". Mau nangis guling2 juga gak mungkin. Malu yang jelas! Mau protes ma 21 juga gak mungkin, orang mereka juga gak salah. jadi aku mesti salahin siapaaaaaaa???? Salahin orang2 yang antri sebelum aku aja kali ya? Kenapa mereka datengnya pagi2 banget?? Kenapa gak ntar2 aja setelah aku dapet tiketnya???

Akhirnya daripada gak jadi nonton aku mutusin buat nonton Cinlok aja. Kebetulan film ini juga lagi pemutaran hari pertama. Tiket udah kebeli, mari kita nonton! Ternyata gak rugi2 amat nonton film ini. Secara filmnya emang lucu abis. Puas aku ngakaknya.

Bercerita tentang seorang cowok bernama Cundra (nama aslinya sih Samudra) tapi dia biasa dipanggil Bang Pecun (dengan gaya penuturan Tora Sudiro aja aku udah mulai ngikik). Dia seorang pekerja serabutan, apa2 dilakoni. Dari jadi supir antar-jemput nenek2 di pasar, supir antar-jemput anak2 TK, supir angkut kambing, apapun dilakoni. Suatu hari dia dapet orderan buat ngejemput seseorang di stasiun. Di sana dia bertemu seorang cewek barnama Nayla (diperankan oleh Luna Maya). Awalnya perkenalan mereka rada gokil sih, tapi lama kelamaan mereka jadi akrab dan saling menceritakan tentang dirinya masing2.

Karena gengsi, mereka berdua sama2 bohong tentang identitas pribadi. Nay mengaku sedang menanti pacarnya yang baru datang dari Jokja yang bernama Tyo. Dia menceritakan awal perkenalannya dengan Tyo. Katanya, mereka bertemu di Hotel tempat Nay bekerja sebagai manajer dan Tyo adalah tamu di hotel tersebut (padahal Nay aslinya adalah seorang tukang pijat). Nay bilang kalo Tyo itu orang kaya yang hobi menyepi di Hotel buat refreshing.

Si Cundra gak mo kalah. Dia bilang lagi nunggu pacarnya yang bernama Tika Seroja, seorang desainer ternama. Dia menceritakan juga pertemuan pertamanya dengan Tika di sebuah Fashion Show, dimana si Cundra menolong Tika dari para perampok (adegan perkelahian dengan perampok itu bikin ktawa, ala bang Pitung gitu deh).

Singkat kata, mereka berdua saling bertukar nomor HP, buat saling kontak. Mereka berpisah ketika kereta dari Jokja dateng. Si Nay sibuk mencari Tyo-nya, dan si Cundra juga sibuk mencari Tika-nya. Ternyata, Tyo yang dimaksud adalah Tresno, sahabat Nay di desa (diperankan dengan sangat gokil oleh TUKUL) yang datang ke Jakarta buat jadi artis. Tika Seroja yang diceritakan tadi juga ternyata adalah Tika (diperankan oleh Ria Irawan)  yang datang bersama 3 orang kawannya untuk bekerja sebagai TKW di Malaysia.

Cundra menurunkan keempat penumpangnya ini di sebuah biro tenaga kerja dan meninggalkan mereka di sana. Tak lama ketika dia dihubungi oleh pemilik agen tersebut, menyatakan bahwa keempat wanita tersebut melarikan diri. Cundra diserahi tugas untuk mencari mereka. Berbagai cara dilakukan Cundra buat mencari keempat wanita tersebut (gak perlu dijelasin betapa konyolnya aksi Tora dalam aksi pencarian ini). Akhirnya Cundra menemukan mereka di stasiun sedang menangis ketakutan. Setelah ditanya, mereka mengaku kalo agen tenaga kerja tersebut bukan mau menjadikan mereka sebagai TKW, tapi mereka mau dijual sebagai pelacur. Cundra berusaha menolong mereka dengan menampung sementara di rumahnya.

Sementara itu Nay sedang menolong Tresno untuk casting sebagai bintang film. Nay menceritakan tentang pertemuannya dengan Cundra. Tresno menyarankan Nay untuk bertemu dengan Cundra dan menyelidiki apakah si Cundra benar2 punya pacar ato tidak. Saran yang sama diberikan oleh Tika dkk kepada Cundra. Masalahnya sekarang mereka berdua (Nay dan Cundra harus mencari pacar bohongan). Akhirnya Nay membawa Tresno eh Tyo, dan Cundra membawa Tika. Adegan2 persiapan pertemuan itu kocak abis, mereka semua berupaya terlihat sebagai orang kaya dan sukses.

Singkatnya, setelah pertemuan itu, Tresno dan Tika justru malah saling jatuh cinta. tapi mereka harus berpisah karena Tika dkk harus pulang kampung. Mereka berdua berjanji akan saling menunggu. Justru ketika Nay mengantarkan Tresno untuk melepaskan kepergian Tika, Nay bertemu dengan Cundra. Di stasiun itu juga mereka berdua jadi sadar bahwa cinta yang sesungguhnya tidak munafik, gak mesti bohong, jujur jadi diri sendiri saja. Akhirnya jadian deh mereka.

Semua adegan di film ini konyol abis. Secara yang main Tora dan Tukul gitu loh. Berbagai kejadian lucu membuat semua penonton ngakak. Kayaknya lumayan juga buat hiburan.

Tapi aku tetep aja wajib nonton Laskar Pelangi! Hari ini aku akan antri dari pagi! Semangat!

Catatan: Betul juga sih, bahwa cinta emang gak munafik, gak saling membohongi, cukup jadi diri sendiri. Bagaimana dengan anda sekalian?

8 comments:

Bunda Rierie said...

enggak ada rotahn akarpun jadi, enggka ada laskar pelangi, cinlok juga jadi ha.ha.ha

namaku wendy said...

syet dah masih hapal bener yak alur-jalan ceritanya hehehe kalu wen habis nonton dsuru cerita lg paling gak bisa ;p

indungg said...

Sayang di pedalaman terlambat u/ hal movie...

BloGendeng said...

resensi film dari Nina..Nama kamu pasti Nina B ya hayoo?
hehe..Nina Bobok ...becanda,Nin.
Ntar ditunggu resensi "Laskar Pelangi"-nya ya...

Febrie Pereiza said...

waduh jadi makin kepengen nonton laskar pelangi nih ..

jiwamusik said...

hi nina, lam kenal yaa....

Apa nama lokasi syuting tempat Nay bekerja itu ya?
yah masak cinlok tapi ga tau nama lokasinya sih?!

vin said...

just be yourself...emang bener banget tuh. daripada ribet jadi orang lain, mending jadi diri sendiri. iy kan?

Dwi said...

hhahhaha
konyol - konyol nich kayaknya...
hehehe