Showing posts with label Movies. Show all posts
Showing posts with label Movies. Show all posts

Monday, September 29, 2008

The Blues Brothers, Film Konyol Favoritku







Jake Blues (diperankan oleh John Belushi), baru aja dibebaskan dari penjara. Dia dibebaskan setelah 3 tahun menjalani masa tahanan (dari masa tahanan 5 tahun) karena merampok Pom Bensin. Di luar penjara dia sudah dijemput oleh adiknya, Elwood Blues (diperankan oleh Dan Aykroyd) yang mengendarai sedan Dodge kluaran 1974 (merupakan mobil polisi bekas). Setelah menjemput kakaknya, Elwood membawa Jake ke Panti Asuhan tempat mereka dibesarkan dulu untuk menemui "Penguin" (julukan untuk Suster Kepala di panti asuhan itu). Jake dulu berjanji pada Suster Kepala, bahwa apabila dia keluar penjara dia akan menemui si Suster Kepala tersebut. Suster Kepala menjelaskan bahwa Panti Asuhan itu akan dijual karena tidak mampu membayar pajak sebesar 5000 dollar. Jake berkata bahwa dia akan membantu mencarikan uang untuk membayar pajak, namun Suster Kepala malah memarahi mereka, beliau bilang tidak sudi menerima uang curian.

Jake dan Elwood berpikir bagaimana cara mendapatkan uang tersebut tanpa mencuri/merampok. Akhirnya mereka memasuki sebuah gereja, dan di sana Jake mendapat ide/pencerahan. Dia berniat untuk menghidupkan Band yang dulu pernah dibuat bersama teman2nya. Namun masalahnya, semua anggota Band sudah berpencar. Suatu saat Jake dan Elwood melanggar lampu merah dan dikejar oleh polisi. Saat pengejaran itu dua bersaudara ini malah membuat kekacauan, tabrak sana tabrak sini sehingga malah mereka menjadi musuh polisi, jadilah mereka buronan. Smentara itu muncul seorang cewek misterius yang mengawasi rumah Elwood, dia meledakkan bom di sana.

Jake dan Elwood yang selamat dari aksi peledakan bom dan melarikan diri dari kejaran polisi berupaya mengumpulkan semua anggota Band. Upaya pengumpulan para anggota Band ini sangat lucu, karena beberapa mantan anggota Band agak keberatan diajak bergabung kembali. Namun akhirnya semua anggota terkumpul, dan terbentuklah kembali Band yang bernama The Blues Brothers. (Anggota yang bernama Matt Murphy membuatku teringat pada almarhum Benyamin Suaeb, potongan rambutnya ituuuu...hihihi). Pada saat upaya pengumpulan anggota itu, kedua Blues bersodara ini secara tidak sengaja (ato sengaja ya?) menerobos aksi pengikut NAZI. Ini menyebabkan para pengikut NAZI menjadi berang dan dendam terhadap Jake dan Elwood.

Aksi panggung pertama mereka adalah di sebuah Bar yang secara acak dipilih oleh Jake, karena sebetulnya mereka tidak punya order manggung sama sekali. Kebetulan Band yang akan mengisi acara di Bar tersebut belum datang, jadi Jake mengaku pada si pemilik Bar bahwa merekalah Band pengisi malam itu. Selesai manggung, Band yang sesungguhnya datang. The Gold Ole Boys itulah nama Band yang seharusnya mengisi acara malam itu. Merasa ditipu, The Gold Ole Boys mengejar Jake dan Elwood. Sampai saat ini berarti Jake dan Elwood punya 3 musuh. Polisi, pengikut NAZI, dan The Golden Ole Boys.

Ketika Jake berniat menghubungi mantan agen mereka, cewek misterius muncul lagi dan meledakkan box telepon yang sedang dipakai oleh Jake dan Elwood.

Blues Brothers akhirnya mendapatkan order manggung di Hotel Palace. Pengumuman disebarkan agar menarik massa yang banyak. Namun justru karena pengumuman besar2an ini, polisi dan The Gold Ole Boys jadi tahu kemana harus mengejar mereka. Maka dilakukan penjagaan ketat demi menangkap Jake dan Elwood. Akan tetapi kedua bersaudara ini jauh lebih cerdik, mereka berhasil tampil di panggung dan menghibur penonton. Seorang produser tertarik kepada Blues Brothers dan menawarkan kontrak rekaman senilai 10.000 dollar. Setelah uang mereka terima, Jake dan Elwood lari melewati lorong bawah tanah. Di lorong ini mereka bertemu lagi dengan si cewek misterius yang menembaki mereka. Ternyata cewek itu adalah calon istri Jake yang dulu ditinggalkan dan merasa dendam. Jake dan Elwood meneruskan pelarian meraka. Tujuan meraka adalah kantor pajak untuk membayar pajak Panti Asuhan. Waktu pengejaran ini, para pengikut NAZI yang menyadap radio polisi jadi tahu keberadaan dua bersaudara tersebut. Jadinya terjadilah kejar2an yang cukup seru dan lucu.

Akhirnya Jake dan Elwood berhasil ditangkap polisi tepat setelah membayarkan pajak untuk Panti Asuhan.

Adegan2 di film ini konyol semua. Walaupun tidak sekonyol film2 sekarang karena film ini dibuat tahun 1980, jadi lucunya juga ala tahun 80an. Banyak penyanyi terkenal yang ikut mengisi peran di film ini seperti Ray Charles (yang berperan sebagai pemilik toko alat musik dimana Blues Brothers berhutang), Aretha Franklin (yang berperan sebagai istri Matt Murphy), dll. Sebenarnya ada lagi terusan film ini, Blues Brothers 2000. Lucu juga, tapi entah diputar di TV lagi ato gak. Aku aja lagi nyari VCD/DVD original dua film ini... Ada yang mau bantu?



 

Friday, September 26, 2008

Nonton Cinlok Karena Gak Dapet Tiket Laskar Pelangi

Kemarin aku berencana nonton film Laskar Pelangi. Udah semangat 45 tuh berangkat dari rumah dibela-belain setengah ngantuk gara2 kurang tidur. Nyampe di depan 21 aku cuma bisa melongo melihat tulisan terpampang di depan pintu "Tiket Laskar Pelangi Hari Ini Habis". Mau nangis guling2 juga gak mungkin. Malu yang jelas! Mau protes ma 21 juga gak mungkin, orang mereka juga gak salah. jadi aku mesti salahin siapaaaaaaa???? Salahin orang2 yang antri sebelum aku aja kali ya? Kenapa mereka datengnya pagi2 banget?? Kenapa gak ntar2 aja setelah aku dapet tiketnya???

Akhirnya daripada gak jadi nonton aku mutusin buat nonton Cinlok aja. Kebetulan film ini juga lagi pemutaran hari pertama. Tiket udah kebeli, mari kita nonton! Ternyata gak rugi2 amat nonton film ini. Secara filmnya emang lucu abis. Puas aku ngakaknya.

Bercerita tentang seorang cowok bernama Cundra (nama aslinya sih Samudra) tapi dia biasa dipanggil Bang Pecun (dengan gaya penuturan Tora Sudiro aja aku udah mulai ngikik). Dia seorang pekerja serabutan, apa2 dilakoni. Dari jadi supir antar-jemput nenek2 di pasar, supir antar-jemput anak2 TK, supir angkut kambing, apapun dilakoni. Suatu hari dia dapet orderan buat ngejemput seseorang di stasiun. Di sana dia bertemu seorang cewek barnama Nayla (diperankan oleh Luna Maya). Awalnya perkenalan mereka rada gokil sih, tapi lama kelamaan mereka jadi akrab dan saling menceritakan tentang dirinya masing2.

Karena gengsi, mereka berdua sama2 bohong tentang identitas pribadi. Nay mengaku sedang menanti pacarnya yang baru datang dari Jokja yang bernama Tyo. Dia menceritakan awal perkenalannya dengan Tyo. Katanya, mereka bertemu di Hotel tempat Nay bekerja sebagai manajer dan Tyo adalah tamu di hotel tersebut (padahal Nay aslinya adalah seorang tukang pijat). Nay bilang kalo Tyo itu orang kaya yang hobi menyepi di Hotel buat refreshing.

Si Cundra gak mo kalah. Dia bilang lagi nunggu pacarnya yang bernama Tika Seroja, seorang desainer ternama. Dia menceritakan juga pertemuan pertamanya dengan Tika di sebuah Fashion Show, dimana si Cundra menolong Tika dari para perampok (adegan perkelahian dengan perampok itu bikin ktawa, ala bang Pitung gitu deh).

Singkat kata, mereka berdua saling bertukar nomor HP, buat saling kontak. Mereka berpisah ketika kereta dari Jokja dateng. Si Nay sibuk mencari Tyo-nya, dan si Cundra juga sibuk mencari Tika-nya. Ternyata, Tyo yang dimaksud adalah Tresno, sahabat Nay di desa (diperankan dengan sangat gokil oleh TUKUL) yang datang ke Jakarta buat jadi artis. Tika Seroja yang diceritakan tadi juga ternyata adalah Tika (diperankan oleh Ria Irawan)  yang datang bersama 3 orang kawannya untuk bekerja sebagai TKW di Malaysia.

Cundra menurunkan keempat penumpangnya ini di sebuah biro tenaga kerja dan meninggalkan mereka di sana. Tak lama ketika dia dihubungi oleh pemilik agen tersebut, menyatakan bahwa keempat wanita tersebut melarikan diri. Cundra diserahi tugas untuk mencari mereka. Berbagai cara dilakukan Cundra buat mencari keempat wanita tersebut (gak perlu dijelasin betapa konyolnya aksi Tora dalam aksi pencarian ini). Akhirnya Cundra menemukan mereka di stasiun sedang menangis ketakutan. Setelah ditanya, mereka mengaku kalo agen tenaga kerja tersebut bukan mau menjadikan mereka sebagai TKW, tapi mereka mau dijual sebagai pelacur. Cundra berusaha menolong mereka dengan menampung sementara di rumahnya.

Sementara itu Nay sedang menolong Tresno untuk casting sebagai bintang film. Nay menceritakan tentang pertemuannya dengan Cundra. Tresno menyarankan Nay untuk bertemu dengan Cundra dan menyelidiki apakah si Cundra benar2 punya pacar ato tidak. Saran yang sama diberikan oleh Tika dkk kepada Cundra. Masalahnya sekarang mereka berdua (Nay dan Cundra harus mencari pacar bohongan). Akhirnya Nay membawa Tresno eh Tyo, dan Cundra membawa Tika. Adegan2 persiapan pertemuan itu kocak abis, mereka semua berupaya terlihat sebagai orang kaya dan sukses.

Singkatnya, setelah pertemuan itu, Tresno dan Tika justru malah saling jatuh cinta. tapi mereka harus berpisah karena Tika dkk harus pulang kampung. Mereka berdua berjanji akan saling menunggu. Justru ketika Nay mengantarkan Tresno untuk melepaskan kepergian Tika, Nay bertemu dengan Cundra. Di stasiun itu juga mereka berdua jadi sadar bahwa cinta yang sesungguhnya tidak munafik, gak mesti bohong, jujur jadi diri sendiri saja. Akhirnya jadian deh mereka.

Semua adegan di film ini konyol abis. Secara yang main Tora dan Tukul gitu loh. Berbagai kejadian lucu membuat semua penonton ngakak. Kayaknya lumayan juga buat hiburan.

Tapi aku tetep aja wajib nonton Laskar Pelangi! Hari ini aku akan antri dari pagi! Semangat!

Catatan: Betul juga sih, bahwa cinta emang gak munafik, gak saling membohongi, cukup jadi diri sendiri. Bagaimana dengan anda sekalian?